Naik Kereta Api, Apakah Masih Aman?

kereta api indonesia


Sekarang bepergian dengan naik moda transportasi kereta api sudah bisa dibilang sangat nyaman. Tersedia beberapa kelas seperti ekonomi  premium, eksekutif bahkan sampai kelas luxury. Harga tiket kereta api terutama untuk yang kelas ekonomi biasanya bener-bener sangat terjangkau, bahkan nih untuk rute Jember ke Banyuwangi dengan menggunakan kereta api Pandanwangi bisa dibeli dengan harga tiket 8 ribu rupiah aja. 

Dulu, sebutan untuk beberapa kelas kereta api, belum ada sebutan ekonomi premium, sepertinya sebutan ekonomi premium ini seperti menggantikan sebutan kelas kereta yang Bisnis. 

Oke, kali ini aku bukan mau bercerita mengenai kelas-kelas yang ada di susunan rangkaian kereta api, melainkan mengenai keamanan ketika naik transportasi umum.

Sering aku membaca berita, banyak sekali kejadian di KRL di Jakarta sana, beberapa penumpang mengalami kehilangan barang bawaan, seperti tas yang isinya laptop atau mungkin dompet atau tas yang tertinggal. Kalau tas tersebut ditemukan oleh pegawai kereta api, wahh bener-bener penuh syukur pastinya si korban, bahkan pegawai kereta tersebut diberi penghargaan oleh KAI. Tapi, banyak juga maling yang berpura-pura jadi penumpang dengan mengincar barang bawaan yang mungkin sudah diamati sebelumnya atau memang random aja.

Apakah Naik Kereta Api Selalu Aman?
Nggak bisa dijamin juga, apakah setiap naik kereta api selalu aman. Bahkan naik kereta kelas eksekutif pun juga ada yang pernah mengalami kehilangan barang bawaan. Herannya, nih maling nemu aja triknya. Seperti ketika malam dan penumpang tertidur, bisa-bisanya maling tersebut menggeser tas bawaan penumpang lain hingga mendekati area tempat duduknya. 

Jadi, beberapa minggu lalu ketika aku memutuskan ke Banyuwangi dengan naik kereta Probowangi yang mempunyai kelas ekonomi dengan susunan tempat duduk 3-2, aku kebagian tempat duduk di bagian kursi yang 3 orang dan duduk ditengah. Maklum, tiap sabtu atau minggu, kereta kelas ekonomi ini hampir selalu full. Ditambah pula, kereta Probowangi memiliki rute dari Surabaya Gubeng ke Ketapang Banyuwangi dan aku baru naik dari Jember.

Kemarin, tumben-tumbenan aku membawa helm dari Jember, karena niatnya di Banyuwangi akan pakai motor testride dan aku pilih pakai helm sendiri. Biasanya, penumpang lain kalau membawa helm ada yang digantungin di rak besi yang ada di atas kursi. Karena, aku nggak mau kejadian tali helm mungkin bisa lepas dan mengenai kepala orang lain, jadi aku memilih meletakkan helm di bawah kursi.

Sepanjang perjalanan selama 2 jam, kadang aku tidur yang awalnya cuman merem biasa aja, ehh kadang bablas, dan tiba-tiba bangun, gitu aja, sambil mengingat kalau ada helm di bawah kursi. 

Setibanya di Stasiun Rogojampi Banyuwangi, aku mulai bersiap-siap, ya siapin diri aja dan nggak mencoba merem lagi. Sekitar 20 menitan, tibalah aku di Stasiun Banyuwangi Kota. Aku mulai mengambil tas backpack dan dicangklong di belakang plus tas kerja model cangklong seperti biasa. Disitu aku mulai berdiri mengantri untuk turun dari gerbong.

Dengan santainya aku berjalan menuju Pintu Keluar stasiun, mampir sebentar ke minimarket dan pesan ojek  online sampai berjalan keluar stasiun. 

Sampai ojek datang dan taraaa aku baru inget kalau helm ketinggalan. Astagahhh

Dari situ, aku menuju ke kantor atau dealer di Banyuwangi dulu buat naruh tas dan pinjem motor dan langsung cuss menuju Stasiun Ketapang. Mungkin selisih setengah jam, aku sudah tiba di stasiun Ketapang Banyuwangi.

Apa Kabar Barang Bawaan Ketika Tertinggal di Kereta?
Setibanya di Stasiun Ketapang Banyuwangi, aku menuju ke ruangan pembelian loket, karena di lobi nggak terlihat ada satpam. Aku mencoba menyampaikan pesan ke mas-mas penjual tiket, kalau ada helm tertinggal di kereta Probowangi plus aku jelaskan di gerbong dan kursi berapa yang tadi duduk.
Waktu ambil foto ini, masih belum sadar kalau helmnya ketinggalan di kereta


Mas-mas tersebut menyampaikan ke satpam melalui telepon dan pak satpam yang mencarinya di gerbong. Maunya sih aku sendiri yang masuk ya, tapi mungkin SOP nya nggak dibolehin gitu, aku juga nggak nanya.
Beberapa menit kemudian, satpam pun keluar dari bagian dalam area stasiun dan menyampaikan kalau helm aku hilang atau sudah nggak ada di tempat, sudah dicari dibagian Depo katanya juga nggak ada. 

Aku sempet chat ke sohib yang tinggal di Banyuwangi, dimana posisiku saat itu, karena harusnya jam segitu sudah janjian sama si sohib. Kata sohib, menyuruhku untuk dibagian Lost and Found, masalahnya di Stasiun Ketapang, nggak aku temukan tulisan Lost & Found. Dan sohib udah beranggapan, mustahil langsung hilang, kecuali memang ada orang dalam yang mengambilnya. Sebab, dulu laptop sohib juga pernah ketinggalan di kereta dan masih disimpan oleh pihak stasiun. Mungkin kalau laptop, malingnya udah mikir kalau bisa dipidana kali ya, kalau helm dikiranya barang kecil gitu, jadi ya dicuri aja.

Ya udahlah, aku cuman pasrah aja waktu itu, terima nasib kalau helmnya hilang. Dan keesokan harinya, aku beli helm baru lagi di Banyuwangi, karena posisi sepeda motor aku titipkan di Stasiun Jember, karena nggak mungkin juga kalau nanti pulang dari Stasiun Jember ke rumah nggak pakai helm, yang ada malah ditilang.

Pulangnya pun, aku naik kereta eksekutif Mutiara Timur dan sampai naruh helm di kaki bagian depan biar terlihat oleh jangkauan mata sendiri.

Yang pasti nih, dimanapun kita berada tetep waspada ya.

Komentar

  1. Istriku juga pernah kehilangan barang, pas lagi di LRT malah. Yang notabene lebih aman dan cctvnya pun lebih proper. Manalah barang yang ilang itu oleh-oleh yang mau dibagiin wkwkwkwk
    Yah begitulah mbak. Teknologi bisa makin maju, tapi belum tentu dengan tingkah warga negaranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks iya bener mas Fajar, mungkin tergantung personalnya ya, kita ga bisa tau kalau lagi di transportasi umum mana yang beneran penumpang atau memang mau nyuri. yang penting waspada. Tapi kadang kita udah waspada, tapi ada aja rencana yang ga sesuai sama planning kita

      Hapus
  2. memang kita wajib untuk selalu waspada ya.

    taruh barang di KA juga kudu di lokasi yg terlihat.
    supaya tetap ingat , pas mau turun ngga ketinggalan barangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget mbak, kalau bisa jangan naruh barangnya jauh dari jangkauan penglihatan kita

      Hapus
  3. Jadi suuzon, kemungkinan diambil sama penumpang yang deket-deket situ, yang ngeh kalo ada helm yang ketinggalan. Sebegitunya ya, kebiasaan dan mentalitas ngambil barang yang bukan jadi haknya. Gemes >.<

    Walau terlepas dari pengalaman itu, harus diakui naik kereta api tuh nyaman dan rasanya paling aman. Sebab punya rel sendiri walaupun risiko kecelakaan ya tetap ada. Aku belom pernah nyobain yang luxury dan pengen banget sekali seumur hidup senggaknya bisa nyobain :) sayangnya rute Palembang ke Bandar Lampung belum ada. Harus ke Jawa dulu ini sih artinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku juga mikir gitu mas Yan, mungkin ada yang merhatiin sebelumnya kalau dibawah kursiku ada helm dan bisa aja mereka berharap aku lupa. Ehhh beneran lupa terus dalam waktu gak sampe sejam, ilang lah tuh helm

      Hapus
  4. Bener mbaa kalo helm mungkin mikirnya barang gak terlalu mahal kali yaa jadi diambil aja..klo mereka gak ada niat paling didiemin gt aja jadi masih tertinggal di kereta harusnya..
    Memang sie mba dimana aja kita harus waspada gak cuma di kereta tapi juga di bus atau pesawat sekalipun..
    Tapi btw kereta ini salah satu tranpostasi fav ku sie sebenrnya karena kita bisa sambil menikmati pemandangan gt tanpa hharus bermacet2an :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak, kalau memang orang itu ga ada niatan ambil, harusnya ya biarin aja barang bukan miliknya berada ditempat, meskipun ibaratnya tertinggal.
      bener banget, sekarang ini mau naik kereta udah beda sama dulu, kalau dulu ada orang mau merokok juga bebas, kalau sekarang nggak bisa. Dan pastinya nyaman kalau sekarang

      Hapus
  5. Wow, helm yang ketinggalan bisa lenyap juga. Tapi memang berabe ya kalau kita meletakkan di area yang gak kelihatan. Saya suka gak berani meletakkan barang di atas; karena ya itu suka lupa. Cuma memang, kembali kita sebagai penumpang ya yang harus ingat2 bawa barang apa saja. Sejauh ini tetap suka naik kereta api untuk keluar kota sih, dan mudah2an barang2 tetap aman nih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak, kalau kita bepergian sendiri, harus diinget barang apa aja yang kita bawa dan usahakan jangan naruh di tempat yang memungkinkan kita untuk lupa, seperti jauh dari pandangan. Bisa-bisa lupa ingatan kalau bawa barang itu

      Hapus
  6. Bener2 ih. Aku ga paham Ama pikiran orang2 yg suka mencuri atau ngambil barang orang lain yg bukan hak dia. Kok ga takut yaaa. Emang mindsetnya udh korslet, atau ga percaya Tuhan samasekali. Sampe mencuri aja udh kayak rutinitas

    Buatku, KA msh JD moda transportasi yg nyenengin dan nyaman sih mba. Tp memang kita hrs hati2. Jangankan KA , maling di pesawat aja ada juga 😅. Padahal kalo bisa naik pesawat, ya harusnya udh mapan kan

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahh naik pesawat barang aja bisa ketinggalan, berarti emang orang itu niat bener buat nyuri atau emang punya kelainan seperti kleptomania gitu mbak
      bener juga, orang kalau naik pesawat bisa dibilang mapan atau "punya budget", kok ya bisa-bisanya mikirin buat ngambil barang orang lain

      Hapus
  7. Ya ampun mbaaa padahal udah dijaga betul ya helmnya. Kadang emang suka gitu ya, kita berasa udah bawa barangnya aja, ehh tahunya lupa ketinggalan. Padahal masih belum lama ngeh, dan masih bisa disusul, tapi malah udah hilang. Alhamdulillah udah bisa beli lagi, tapi semoga barang yang hilang, akan dapat ganti yang lebih besar lagi mbak, aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiks iya mbak, kadang kita diawal-awal selalu inget akan barang bawaan, entah kenapa pas udah mau akhir-akhir atau mau turun misalnya, pikiran kayak blank gitu dan udah yakin sama barang bawaan kalau udah lengkap, ternyata ada yang missed

      Hapus
  8. Kewaspadaan diri kita sendiri diperlukan ya, termasuk urusan barang bawaan jangan sampai tertinggal. Ini jadi pembelajaran juga untuk para pembaca yang membaca artikel ini.
    InshaAllah mendapat yang lebih baik ya Kak Ainun. Semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak, kewaspadaan diri terutama di tempat umum perlu ditingkatkan, jangan sampe lengah pokoknya

      Hapus
  9. Selalu waspada saat di perjalanan mba. Tapi ini jika helmnya diamankan oleh petugas KAI biasanya aman mba, tapi lain cerita jika dibawa oleh sesama penumpang kereta yang lain. Yaa bisa jadi wasallam deh hilang. Kalau ketemu lagi , berarti masih rejekinya mba. Semoga Allah ganti dengan rejeki yang lebih dari harga helm ya mba. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak, kalau diselamatin sama pihak KAI harusnya masih ada. Tapi kadang suudzon nih, masa helmnya diambil orang KAI, kok ya gimana gitu

      Hapus
  10. Namanya pencuri kok selalu punya kesempatan ya, dan gerakannya pasti cepat banget. Dimanapun kita naik moda transpoetasi memang harus selalu waspada. Zaman sekarang banyak orang cari kesempatan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya cari-cari kesempatan dalam kesempitan mungkin ya mbak
      Dikiranya aji mumpung gitu mungkin mbak
      Perlu banget meningkatkan kewaspaan diri pokoknya mbak

      Hapus
  11. Ini mirip banget sama cerita keponakanku pas dari jember ke banyuwangi, tapi turunnya di stasiun banyuwangi kota yang di karangasem mbak. Yang dia bawa bukan helm tapi kunci kostnya, dia nggak sadar kalau bagian bawah saku tasnya ada lubang, asal masukin barang, dan nggak sadar jatuh entah di kereta atau di mana. Kalau dipikir-pikir, di beberapa stasiun masih belum ada loket lost and found, jadi kalau mau lapor ya kalau nggak ke satpam di dalam stasiun atau di bagian loketnya. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mbak kadang masih belum ada stasiun yang nggak ada bagian Lost and Found, penumpang kalau mau "komplain" nggak tau harus kemana. Kadang kita berprasangka buruk, bisa aja satpamnya kongkalingkong sama pencurinya mungkin

      Hapus
  12. Sekarang naik kereta memang jauh lebih nyaman. tepat waktu dan harga juga terjangkau. Hanya kalau soal keamanan, memnag tidak bisa jaminan 100 %. Karena dari berbagai penumpang, pasti ada ynag tidak cucur, termasuk melakukan perbuatan tidak baik karena ada peluang. Jadi memang harus terus waspada dan menjaga barang bawaan kita sendiri. makanya naik kereta selalu diingat sebelum turun. hati-hati barang bawaan Anda, jangan sampai ketinggalan atau tertukar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pak bambang, kalau misalnya nih ada orang yang nemu barang kita misalnya, terus dia diinterogasi, kemungkinannya ada 2, jujur atau nggak mau jujur. Apalagi kalau barang yang ditemukan bernilai wow banget

      Hapus
  13. Si Helm ini bener-bener yaak, udah dijaga-jaga supaya tidak diambil orang, lah malah dia meleng saat tuannya turun, sampai lupa gitu, hihihi

    Barang kalau udah waktunya hilang ada aja jalannya. Tapi yaa bener banget katamu, waspada dan selalu ingat barang-barang kalau bepergian.

    Ceritamu ini makin ingetin aku untuk selalu lebih ingat barang kalau turun, soalnya pernah lupa juga he he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha seandainya helm bisa ngomong, dia mungkin akan teriak-teriak pas tau ditinggal majikannya turun. Masalahnya majikannya juga lupa sama barang bawaannya :D
      kadang barang kecil aja, kalau ditempat umum, kita suka lupa ya mbak
      makanya kalau ditempat umum, kayak mall misalnya, aku usahakan nggak nenteng hape atau dompet, pernah tuh mbak, hape ditaruh pas asik milih baju ditumpukan baju, ehh bisa lupa tuh

      Hapus
  14. Jadi penasaran ingin coba naik kereta yang Murmer 8K 🤩.

    Duh, ampun. Kalau ada barang ketinggalan memang rawan hilang mba. Soalnya aku suka ketinggalan jaket dan berakhir dengan hilang. Cuma bisa nahan nafas lalu hempaskan perlahan biar nggak emosih. Entahlah masih ada aja jiwa-jiwa sikat barang orang. Huhuhu, jadi beli Hem baru pastinya harga helm lumayan pisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe tiket 8ribu amat sangat murmer ya mbak, beli cilok juga udah dapet
      aku dulu heran mbak sama harga tiket 8ribu ini, kok ya masih ada gitu
      iya nih mbak, jadi ngeluarin budget buat hal-hal tak terduga yaitu beli helm baru lagi, nasib nasib

      Hapus
  15. Kalau perjalanan dengan bawa-bawa printilan begini memang rawan yaah..
    Rawan kitanya lupa dan kemudian ketinggalan begini..
    Semoga digantikan dengan yang lebih baik.. dan kisahnya beneran menjdi hikmah bagi pembaca kalau bepergian tetap waspada dengan barang bawaan. Sebisa mungkin, semua ada dalam jangkauan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bener mbak, pokok kalau bawa barang ada yang ditenteng, kok ya mesti ada aja gitu, kudu stand by deket kita terus barangnya

      Hapus
  16. kereta api masih jadi andalan aku buat jarak jauh sih kak.. tapi iya dimanapun kita musti waspada, karena orang gitu itu ga mandang juga seringan pokok ada kesempatan mereka ambil.. sebel emang. semoga Allah ganti yang lebih baik ya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mbak Ade, asalkan ada kesempatan dan misal ada orang yang niatnya mau ambil, tinggal disikat aja tuh

      Hapus
  17. kalau sekedar naik keretanya memang aman, tapi kalau keselamatan barang itu sepertinya harus kitanya yang super ekstra hati-hati ya, meskipun sudha ada CCTV tapi pada saat lengah pencuri bisa dengan mudah ambil barang kita dan agak sulit kembalinya juga kali

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya setuju mbak, tetep aja barang pribadi jadi tanggung jawab penumpang masing-masing ya. Kita kudu extra waspada pokoknya

      Hapus
  18. Nasib sial memang tidak mengenal hari ya Kak. Jadikan ini sebagai pembelajaran ke depannya, untuk lebih was-was. Memang sih, barang kalau sudah ketinggalan di kereta api, agak sulit untuk kembali. Hal inilah yang juga seringkali jadi pikiran saya ketika naik kereta api. Maunya semua barang yang ada itu lengket di badan. Ehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe maunya nempel di badan biar nggak kelupaan sama barang bawaan ya kak
      bener banget nih, kedepannya aku usahakan buat waspada, dan diusahakan nggak bawa barang banyak juga

      Hapus
  19. Saya belum pernah kehilangan di kereta, amit-amit jangan sampai ya. Tapi namanya resiko kehilangan entah dicuri ataupun tertinggal saat naik moda kendaraan apapun pasti ada kan ya. Tetap waspada dan hati-hati saja menurutku. Saya suka naik kereta karena nyaman, apalagi untuk perjalanan jauh. Semoga dapat ganti rejeki lain ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, kadang nih tanggal apes nggak bisa kita ketahui ya. Ada aja gitu. Kuncinya memang kudu waspada super extra

      Hapus

Posting Komentar