Jangan mudah tergiur sama iklan lowongan kerja yang katanya bisa menghasilkan uang dengan cara instan. Yup, banyak banget yang mengatakan hal ini di sosial media. Bahkan, aku sendiri pernah mengalami penipuan berkedok dari chat di WA yang menawarkan freelance, yang mana saat dapet chat WA, aku lagi hectic sama kerjaan, ehh malah aku gubris dan ketipu dah.
Oke, lanjut
Fresh story-nya yang ingin aku ceritakan dari lama yaitu, aku punya beberapa akun di website freelance, baik itu website Indo ataupun Internasional. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba dapat email notifikasi dari platform freelance Indo yaitu fastwork.id. Di website fastwork.id ini aku memang menjual jasa skillku. Sebelumnya, aku memang sudah tahu dari pendapat orang lain, kalau kita jangan mudah tergiur sama tawaran kerjasama di website freelance manapun, tetep aja namanya penipu ada dimana-mana dan akal tipu menipunya juga banyak.
Di email yang aku terima, orang yang ingin memakai skillku menawarkan tawaran kerjaan untuk content creative writing dan dia meminta saya untuk melanjutkan chat di Telegram. INGAT! Jangan mau mengalihkan chat tawaran kerjaan di Telegram, kebanyakan yang tipu menipu kerjaan seperti ini, pasti akan dialihkan ke saluran Telegram. Mungkin biar nggak mudah terlacak ya.
Email yang aku terima, nggak aku balas sama sekali dan aku biarkan tawarannya sampe expired secara otomatis oleh sistem.
Ada lagi nih, email tipu daya soal kerjaan yang aku terima di bulan Juni lalu, dengan judul email yang pastinya membuat semua orang seneng, yaitu “Undangan Wawancara - Staff Admin di Love Bonito.
Ya jelas aja aku ngakak, lah wong aku sendiri nggak pernah melamar ke perusahaan produk Love, Bonito. Dan aku memang punya akun di epicareer.com
Dan aku tunjukkan kejanggalan dari email yang aku terima.
Dari cara pengirim mengirimkan email terlihat tidak profesional, kalau perusahaan atau bagian HRD nya niat untuk menghubungi kandidatnya, biasanya pesannya terkesan personal. Mengirim ke email yang bersangkutan satu-persatu di bagian “to” nya.
Sedangkan di email yang aku terima, email penerima ditulis di bagian BCC. Supaya penerima email yang lain nggak terlihat banyak orang.
Oke, lanjut
Fresh story-nya yang ingin aku ceritakan dari lama yaitu, aku punya beberapa akun di website freelance, baik itu website Indo ataupun Internasional. Beberapa waktu lalu, tiba-tiba dapat email notifikasi dari platform freelance Indo yaitu fastwork.id. Di website fastwork.id ini aku memang menjual jasa skillku. Sebelumnya, aku memang sudah tahu dari pendapat orang lain, kalau kita jangan mudah tergiur sama tawaran kerjasama di website freelance manapun, tetep aja namanya penipu ada dimana-mana dan akal tipu menipunya juga banyak.
Di email yang aku terima, orang yang ingin memakai skillku menawarkan tawaran kerjaan untuk content creative writing dan dia meminta saya untuk melanjutkan chat di Telegram. INGAT! Jangan mau mengalihkan chat tawaran kerjaan di Telegram, kebanyakan yang tipu menipu kerjaan seperti ini, pasti akan dialihkan ke saluran Telegram. Mungkin biar nggak mudah terlacak ya.
Email yang aku terima, nggak aku balas sama sekali dan aku biarkan tawarannya sampe expired secara otomatis oleh sistem.
Ada lagi nih, email tipu daya soal kerjaan yang aku terima di bulan Juni lalu, dengan judul email yang pastinya membuat semua orang seneng, yaitu “Undangan Wawancara - Staff Admin di Love Bonito.
Ya jelas aja aku ngakak, lah wong aku sendiri nggak pernah melamar ke perusahaan produk Love, Bonito. Dan aku memang punya akun di epicareer.com
Dan aku tunjukkan kejanggalan dari email yang aku terima.
Dari cara pengirim mengirimkan email terlihat tidak profesional, kalau perusahaan atau bagian HRD nya niat untuk menghubungi kandidatnya, biasanya pesannya terkesan personal. Mengirim ke email yang bersangkutan satu-persatu di bagian “to” nya.
Sedangkan di email yang aku terima, email penerima ditulis di bagian BCC. Supaya penerima email yang lain nggak terlihat banyak orang.
Tulisan berikutnya di badan email yaitu, si pengirim email akan menginfokan detail pekerjaan melalui saluran Telegram. Dari cara penulisannya aja typo banget, di bagian “Silahkan hubungi Admin yang yang akan memandu Anda”, menulis kata “yang” sampai dua kali, terlihat kalau bagian HR nya nggak teliti.
Lalu di bagian bawahnya lagi, sampai ditulis “Note : kalau mereka memprioritaskan pesan yang dikirim melalui Telegram”
Sampai segitunya niat untuk menipu orang lain melalui Telegram.
Sekarang, angka pencari kerja di Indonesia sudah banyak banget, menyentuh angka ratusan ribu, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia nggak sebanding dengan banyaknya pencari kerja.
Jika kita menerima info untuk wawancara kerjaan dan memang kita pernah melamar ke perusahaan itu, minimal sehari sebelumnya make sure aja ke lokasi kantornya, hitung-hitung supaya keesokan harinya nggak terlambat datang. Bahkan nih, di berita yang pernah aku baca, si pelamar ini memastikan dulu lokasi kantornya dan ternyata nyempil di ruko-ruko yang nggak meyakinkan, alhasil si pelamar ini urung untuk melanjutkan proses selanjutnya.
Ada lagi kasus dimana si pelamar diminta untuk transfer sejumlah uang terlebih dulu, yang bener aja, kita yang mau nyari kerja, malah disuruh bayar. Sudah jelas ini penipuan.
Banyak platform freelance juga yang kudu kita waspadai, seperti misalnya kita dapat tawaran kerjasama dari client luar negeri, pastikan si calon pemberi kerjaan nggak mengalihkan chat melalui personal, tapi tetap di jalur website tersebut, supaya chat kita terlacak juga. Karena banyak kasus, yang mana pekerja freelance udah selesai mengerjakaan kerjaannya, tapi giliran pembayaran, malah si client menghilang gitu aja, dia mangkir dari urusan pembayaran, alias mau enaknya aja, kerjaannya kita diselesaikan, tapi ogah buat bayar fee.
Ada juga wacana untuk menghindari client-client dari negara India atau Afrika, karena kebanyakan(tapi nggak semuanya juga) yang red flag gitu. Pokoknya kalau kita terima tawaran kerjasama, usahakan ada contract dibagian awal, mungkin nggak semua tawaran kerjasama ada contractnya, minimal ikuti kata hati, kalau kita nggak yakin sama “client tersebut”, coba tawarkan untuk membuat perjanjian dulu.
Segini dulu curhatan aku kali ini mengenai dunia freelance, semangat buat temen-temen yang berjuang di dunia freelance.



Bener banget
BalasHapusAku nyaris juga kena tipu
Soalnya cara penawarannya halus banget
Aku kira memang bener dari merk kosmetik
Tahunya aah sudahlah
kudu ati-ati hari gini mbak dan perlunya croscek ke website dari brand menurutku, apakah memang ada loker itu atau enggak
Hapuspenipu ada aja akalnya sekarang
Punya pengalaman kena kerugian gara-gara Telegram, aku langsung ga mau lagi bersosial atau apapun itu yang bersinggungan dengan plaform itu. Aku bersyukur banget punya prinsip, kalau ga ada yang gratis dalam hidup. Jadi pagarku mengingat kalau semuanya ga ada yang mudah. Jadi itu membuatku berhati-hati. Anw thanks untuk tulisannya ya. Jadi pengingat banget.
BalasHapusiya mbak aku sendiri heran, kenapa kok sering dialihkan ke telegram, aku mikirnya mungkin kalau ke telegram bakalan susah buat dilacak
Hapuskebetulan sekarang aku ganti hape, dan sampe sekarang belum aku donlot platform telegram
Jaman now buanyaakk banget orang nipu.
BalasHapusada yg amatir, ada yg profesional.
kita kudu hati2 ya
bener banget mbak, modusnya ada aja pokoknya
HapusBanyak sekali aksi penipu yg bilang butuh admin dikerjain dari rumah saja bahkan sekelas kosmetik Wardah dibawa-bawa
BalasHapusUjungnya sama diajak ke telegram
Udah deh saya juga mundur pas tahu lagi lagi telegram ruang interaksinya
Percaya ga ada pekerjaan legal yg instan dengan gaji menggiurkan ya...
iya mba sekarang kalau kita scrol di sosmed pasti ada yang komentar "ada yang mau kerjaan admin dari rumah, emina dll", ehh ujung-ujungnya mau nipu dia
HapusIstilahnya too good to be true ya mbak , harus waspada aja sih apalagi sekarang scammer makin pinter jadi kita yang diintai juga harus lebih pinter dari mereka
BalasHapussetuju sama mbak Bayu, kita juga kudu waspada, padahal aku sendiri udah berusaha untuk ga percaya aja, masih aja pernah ketipu
HapusKalau sudah beralih platform buat bicarain soal job memang perlu hati-hati. Memang sih kitanya butuh duit makanya cari kerjaan, tapi ya gak semuanya harus langsung kita percaya mentah-mentah info apa saja yang masuk ke email dengan embel-embel: "tawaran pekerjaan"
BalasHapusbener banget mbak Fenni, apalagi kalau mereka udah ngasih clue "gaji tiap minggu cair dan nominal gede", waduuhhh mana ada kerjaan mudah kayak gitu, semua kerjaan memang ada resikonya, kalau ini mah udah resiko dari awal mau nyari kerja namanya
Hapusiya kaak, harus hati-hati dan selektif yaa sekarang banyak sekali modus-mudus tipu-tipu berkedok penerimaan kerja. Jangan sampai tertipu nanti kita sendiri yang rugi
BalasHapussetuju mba Hen, hari gini kita kudu croscek berkali-kali dari mulai perusahaan yang kita lamar, posisi kerjaan dan juga mungkin kantornya perlu dicek keberadaannya
Hapusmemang sekarang ada banyak banget ya modus penipuan gini entah itu bentuknya tawaran pekerjaan sampai yang paling umum itu telepon phising. semoga aja kita semua bisa selalu waspada ya terkait penipuan begini
BalasHapusiya mbak sekarang telepon phising banyak banget, bahkan di hari Minggu aja kita bisa ditelpon random dan mungkin akan ngaku dari pihak bank atau manapun. Intinya mau nipu
HapusNahh ini ada yg kena sampai puluhan juta, jadi emang yang dimainin psikologis manusia. Setor 100 dapat 200 dst dan akhirnya zonk.
BalasHapusMemang kudu hati-hati ya dan entah mengapa penipuan banyak yang pake app T itu.
Sedihnya banyak yg share lowongan dari skincare padahal scam.
iya mba Avi, penipu sekarang sampe bawa-bawa nama brand, kalau orang yang kalut, mungkin gak bakalan sampe croscek ke brand tersebut, dan mungkin udah ketipu
HapusWah ternyata ada jg ya modus kerjaan kyk gt. Untung aku blm pernah sih yg nawarin kerjaan sampe masuk Telegram. Biasanya ya email/WhatsApp. Smg jgn sampe deh. Termasuk kalo udh typo2 gt emg kita hrs waspada sih. Biasanya mereka klien asing trs pake penerjemah Google Translate dan mereka ga periksa lagi apa yang ditulis. Jd ketahuan deh. Untung kakaknya jeli yak.
BalasHapusiya pak Bambang, kita kudu waspada nih, apalagi kalau kita gak pernah melamar kerjaan itu, terus tiba-tiba ada panggilan wawancara, aneh banget pastinya
HapusHarus banget hati-hati ya. Penipuan jaman sekarang ada aja caranya. Sayang banget kreativitas dan kemampuannya dibuat berbuat jahat. Semoga kita semua selalu dijaga dari segala bentuk penipuan ya...
BalasHapusiya mba Asri, kayaknya para penipu itu bisa dibilang males usaha kerjaan lain, maunya nipu aja dan merugikan banyak pihak
HapusKalau pengalamanku tidak menerima via email melainkan langsung dicemplungin telegram. bener tu diminta transfer2 dulu. Lha kita mau nyari duit kok diminta transfer. Makanya akhirnya langsung leave dan blokir aja.
BalasHapusTapi pernah temen hampir ketipu. Biasa, kadang awal2 kan dikasi uang tuh ma penipu, lama2 diminta bayar, pas diminta bayar temenku kabur =))
Zaman sekarang emang kalau dapat penawaran yang too good too be true perlu waspada yaa, kecuali emang kita sendiri yang merasa emang apply2 jobnya ya.
aku juga pernah tiba-tiba ada di grup di tele, kayaknya yang nginvite juga random nih, aku langsung leave grup
Hapusnah tuh dia mbak, orang-orang nyari kerjaan, malah yang ada disuruh transfer dulu, udah keliatan kalau mau nipu
In this economy, gak cuma orang Indonesia aja yang menipu sesama, tapi juga banyak bule yang tujuannya nipu juga ya, hiks.
BalasHapusTapi memang salah satu prinsipnya itu yang "too good to be true" ya beneran "too good to be true" alias mereka penipu. Kakak aku termasuk salah satu yang kena tipu kerjaan freelance yang komen-komen doank itu lho. Yang awal-awal betul ditransfer, tapi lama kelamaan minta deposit dan mengirimkan uang dengan jumlah lebih besar, hya.
iya bener mba, ternyata ga cuman orang Indo aja yang bikin kesel, orang luar juga ada ternyata. Dan mungkin kalau dari orang luar, lagaknya kayak meyakinkan gitu ya
Hapusbener banget, kerjaan penipuan sekarang yang lagi marak, yang komen komen itu tapi kita disuruh deposit atau transfer, memang bikin emosi kalau gini
Sekarang Memnag harus sangat waspada soal penawaran kerja ya Mbak. Walau iming-iming dibayar tinggi. Padahal buntu-buntutnya disuruh bayar juga.
BalasHapusDan sebenarnya di awal sudah ada kejanggalan. Kalau memang awalnya kita mendapatkan penawaran kerja dari sebuah website, maka seluruh aktivitasnya termasuk chatnya pasti dilakukan di website itu. Jadi agak aneh saja kalau diarahkan ke telegram
bener banget pak, harusnya kalau kita terima offering kerjaan nih, yawes lewat email atau mungkin WA. Kalau lewat Telegram rasanya aneh aja gitu
HapusDuh, ada-ada aja cara orang buat menjerat korbannya. Apalagi ini soal tawaran pekerjaan, takutnya kalau yang benar-benar butuh dan nggk nyadar bisa kena manipulasi. Memang harus sangat selektif menerima pesan atau tawaran kerja, takutnya disalahgunakan orang yang nggak bener
BalasHapusiya bener mbak, disaat job fair sekarang pun harus bersaing dengan ribuan calon pekerja, yang ini malah nawari kerjaan tapi mau nipu
Hapuspokoknya kudu ati-ati dan pentingnya croscek juga
Asli banget. Jaman sekarang tuh duh. Udah tau in this economy ya.. makin marak aja lah tipu tipu. Mana pula skrg video call bisa nipu pakai deepfake. Semua AI makin mirip asli. Perlu banget update ilmu terus sih biar ga termakan tipu daya. Tapi ya balik lagi, semua gimana pdkt sama pencipta biar kita tetap kokoh luar dalam
BalasHapusiya mbak, mau nipu aja udah bisa pake teknologi canggih, kitanya juga kudu pinter-pinter memilah nih
HapusAh iya, di era digitalisasi, penipuan tentang lowongan pekerjaan makin banyak
BalasHapusKita harus lebih teliti dan berhati-hati ya mbak
iya mbak Dee, kita kudu waspada intinya. modus penipuan kerjaan makin beragam
HapusSetuju banget nih sama bahasan mba terkait harus jeli dan teliti terhadap peluang lowongan kerja freelancer. Kalau udah diajak chat via telegram, kayaknya mending nggak usah lanjut karena banyak sekali cerita penipuan di sana.
BalasHapusNah, apalagi kalau undangan typo dkk, udahlah itu mah mesti jadi warning. Lebih baik pilih pekerjaan di situasi yang aman, tetapi tetap mesti teliti karena kadang suka ada aja penjahat yang menyelinap. Di jaman serba susah makin tinggi kriminalitas. Mesti teliti, hati-hati dan jangan sungkan tanya. Biasanya kalau sesama freelancer ada grup bisa tukar info juga. Makasih mba Ainun sudah bahas semenarik ini.
iya mbak sebagian besar kalau buat nipu, si penipu mengalihkannya ke telegram, kita kudu waspada double pokoknya. Karena aneh aja kalau lewat telegram
Hapuskalaupun kita dapet undangan wawancara, biar lebih aman memang cek ke website perusahaan apakah memang beberapa waktu lalu pernah membuka loker tersebut
Sepakat mbak, jangan mudah tergiur tawaran pekerjaan. Banyak sekali saat ini yang menawarkan pekerjaan, katanya tanpa perlu kerja keras sudah dapat uang, mana ada ceritanya seperti itu. Duh pengen kaya tapi nipu orang, gemes jadinya
BalasHapusHarus lebih waspada aja sih saat ini, banyak orang tetiba jadi berbulu domba padahal sejatinya dia musang
setuju banget mbak, mungkin pikir si penipu kalau dikasih embel-embel kerja mudah gaji gede, orang bakalan tertarik. Mungkin beberapa ada yang pernah ketipu, tapi dari sana kita harus lebih hati-hati lagi
Hapus